Mencoba menganalisa strategi Yamaha untuk menghadapi CB150R

happy weekend..

saya mencoba flashback saat pertama CB150R diluncurkan Honda di Indonesia dengan membenturkan desain yang tak kalah keren dari old V-ixion serta keunggulan powernya, tanpa banyak basa-basi Yamaha langsung mengeluarkan New V-ixion Lightning dan usaha tersebut berhasil mempertahankan tahtanya di kelas 150cc..

namun entah kenapa sekarang saat Honda mengeluarkan New CB150R facelift, Honda pun mencoba membenturkan kembali desain yang tak kalah keren, Honda seakan memberi tahu ke semua mata bahwa Honda mengabulkan permintaan konsumennya, desain keren, kaki-kaki kekar, ditambah fitur tambahan all LED lalu kenapa Yamaha seakan diam..??

sekarang saya akan berandai-andai..
dari faktor harga yang terpaut sejutaan denga CB150R, tentunya CB150R memberi value dengan penerangan all-LED..

image

Akankah Yamaha facelift tuk penerangan NVA..?? Karna di Indonesia penggunaan jenis lampu LED belum bisa mengambil hati konsumen Indonesia mungkin dikarenakan harga serta fungsinya sendiri apalagi disaat hujan.. dan secara desainpun headlamp NVA mungkin dianggap masih mampu mengimbangi..

image

namun bila dulu CB150R dianggap cungkring sekarang sudah berotot 😀
dengan keunggulan performa serta fitur barunya merupan senjata lengkap untuk merebut tahta..
kenapa Yamaha tidak mau facelift?
apa mungkin lebih baik Yamaha mengeluarkan produk baru seperti MT15 daripada merevisi kembali NVA yang baru saja facelift?? mungkin apabila Yamaha kembali facelift NVA tentunya berpengaruh dengan naiknya harga jual.. bila Honda berkata “kami punya produk baru dengan harga 25 jutaan”, Yamaha pun bisa menjawab kembali “kami punya produk 26 jutaan dengan desain sporty aplikasi swing arm banana” entah mungkin Rp.26.999.000 😀
Dengan senjata mesin 150cc SOHC nya yg terbukti irit serta cocok di perkotaan, swing arm banana, delta box yg tak dimiliki kompetitor.. mungkin bisa mengganggu harga CB150

image

ditambah lagi kalau Yamaha mengeluarkan sport 150cc murahnya, saya rasa ini akan mengganggu market share 150cc disaat Honda sibuk merebut tahta NVA..

image

itulah analisa saya yang mungkin jauh meleset hasilnya.. :v
karna hasilnya nanti tergantung dari YIMM..
Selamat berhari libur semua..

Mencoba menarik minat beli dengan kebijakan DP minimal

image

Salam sejahtera semuanya.. Semua blogger dan pengamat serta pelaku ekonomi pasti tahu pasar sepeda motor Indonesia sedang melemah. Dan saya sebagai salah satu karyawan perusahaan yang terjun dalam bisnis sepeda motor negara ini pun mendapat kabar dan perintah dari atasan bahwasannya Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan proses pembelian sepeda motor secara kredit bisa diproses dengan DP cukup 10% dari harga OTR kendaraan.. Tentunya ini bukan hal yang mengejutkan tapi juga tidak bisa dianggap remeh..
Karna analisa resiko konsumen kredit macet ataupun resiko motor dikembalikan konsumen menjadi semakin besar.. konsumen tidak segan mengembalikan motor karna konsumen tidak terlalu merasa dirugikan apabila dalam kondisi kredit macet karna, uang yang sudah di agunkan tidak terlalu besar nominalnya..

Namun kebijakan ini bukan tanpa pertimbangan terlebih dahulu, mengingat melemahnya pasar yang disebabkan bukan karna kurangnya “minat beli” dari konsumen namun, sekarang kurangnya “daya beli” konsumen..
Bila melihat tipikal konsumen negara kita adalah konsumen yang membeli bukan hanya tentang kebutuhan saja namun, membeli karna gengsi..
Konsumen yang tidak perduli berapa besarnya angsuran atau harga cash kendaraan tersebut apabila merasa mampu maka, tak kan segan menyanggupinya..

Semoga pemerintah kita segera membuat kebijakan-kebijakan yang bisa membuat “daya beli” konsumen Indonesia menjadi kuat kembali..
Karna negara kita mempunyai potensi yang cukup dalam segala hal, tinggal bagaimana mau atau tidaknya pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang bisa membuat segalanya menjadi mungkin.. dan pasar Indonesia menjadi kuat kembali 🙂