mungkin inilah alasan Yamaha Vixion belum bisa DOHC

image

foto nyomot dari google

Assalamualaikum. Salam Sejahtera.
Sebelumnya Lamik mengucapkan Selamat Tahun Baru 2016 kepada semua sobat pembaca serta rekan-rekan blogger.
Tulisan pertama di awal tahun 2016 ini Lamik awali dengan tulisan ringan dan agak ngawur tentang mesin Yamaha Vixion yang ada di rumah.

Mungkin sobat pembaca dan sobat blogger juga termasuk saya sendiri ada yang mempertanyakan mengapa Yamaha Indonesia masih menggunakan SOHC dan tidak memproduksi DOHC seperti kompetitor lainnya. Sebelumnya, mari kita lihat dulu latar belakang mesin Yamaha Vixion. mesin buatan Motor Minarelli yang serupa dengan mesin Yamaha V-Ixion, dipakai oleh beberapa merek motor di Eropa seperti Rieju dan MH Motorcycle . Dan ternyata, mesin ini dibuat di Indonesia! Nah lohh…!!
Mesin satu silinder SOHC dengan empat klep dan dilengkapi dengan radiator ini diproduksi oleh PT Chemco Harapan Nusantara (CHN) di kawasan industri Jababeka, Cikarang. Bukan hanya komponen tapi mesin secara utuh.
Kita yang sebelumnya hanya mengenal CHN sebagai produsen komponen pendukung OEM, seperti rem dan pelek. Padahal kami juga memproduksi mesin motor utuh yang dipasarkan di Eropa oleh Minarelli. Sayangnya, pemerintah Italia memberikan proteksi bagi produsen sepeda motor. Undang-undang disana tidak memperbolehkan untuk mencantumkan negara pembuat. Jadi, blok motor yang dibuat hanya terdapat kode produksi saja. Mesin ini memiliki beberapa pilihan kapasitas mesin mulai dari 125cc seperti yang dipakai Rieju dan MH Motorcycle serta Yamaha YZF R125. Lalu ada yang 135cc seperti yang digunakan Yamaha Jupiter MX dan 150cc seperti yang digunakan pada Yamaha V-Ixion. Rieju dan MH Motorcycle menggunakan mesin serupa Yamaha V-Ixion, tapi kapasitas mesinnya hanya 125cc. Motori Minarelli adalah sebuah perusahaan pengembangan mesin sepeda motor yang didirikan sejak 1951. Pada tahun 1995, Motori Minarelli menjadi suplayer mesin untuk Yamaha di Spanyol. Lalu pada tahun 2002, Yamaha membeli saham Motori Minarelli dan menjadikannya pusat pengembangan mesin.
Tapi pada perjalannya, Motori Minarelli juga menjual mesin-mesin buatannya kepada pabrikan-pabrikan sepeda motor kecil di Eropa.
Jadi, mesin yang digunakan Vixion di Indonesia, FZ150 di Malaysia, R15 di India serta Yamaha M-Slaz (slaz yang bukan gitaris Gun and Rose) juga termasuk buatan Indonesia sob pastinya. Lalu, bilamana Vixion di Indonesia menggunakan DOHC apakah mesin tersebut juga akan diterima diluar negeri? Mungkin disinilah kebijakan Yamaha Indonesia yang “terpaksa” harus tetap kokoh menggunakan mesin SOHC-nya pada Vixion dan membiarkan lawannya menang di marketing dengan publikasi mesin DOHC-nya. Membuat mesin DOHC untuk Vixion mah eces buat pabrikan sekaliber Yamaha. Cuma, itu tadi sob, apakah dana riset dan dana produksi dapat tertutupi dengan penjualan Vixion secara domestik dan sementara hingga mesin tersebut mampu diterima pasar Internasional. Bila di Jepang ada Japan Domestic Market atau yg lebih dikenal dengan JDM. Apakah nanti ada Indonesia Domestic Market disingkat IDM? Kerenkah bila ada IDM? Ntar dipelesetin jadi “idem”😆.. huusss jadi ngawur :mrgreen:

Lalu, sampai kapan mesin ini bertahan? Mungkin analisa ini bisa terbukti atau jauh meleset😀
1. Sampai pasar sport batangan 150cc dikuasai kompetitor hingga 70%. Dengan kurangnya permintaan pasar mungkin, produsen mau menyerang balik dengan senjata DOHC. Atau kabur dari medan perang dengan membuka serta menproduksi produk pionir atau trend-setter baru.
2. Ada permintaan produksi mesin 150cc di Yamaha Indonesia untuk produk global. bisa menyerap tenaga kerja baru😀
3. Mesin SOHC 4tak 150cc tersebut mentok di regulasi ambang batas emisi Euro…entah Euro ke berapakah lagi nantinya. Karena, biasanya untuk menyiasati ambang batas emisi udara, pabrikan punya kebiasaan buruk dengan menyunat tenaga, makin disunat tenaganya maka, akan makin membuat mesin lawan makin terlihat superior. Dengan begitu, untuk mendongkrak tenaga puncak, terpaksa up-grade mesin, pilihannya bisa membuat DOHC.:mrgreen:

Itulah sedikit pandangan menurut kacamata minus saya. Semoga berguna.

15 thoughts on “mungkin inilah alasan Yamaha Vixion belum bisa DOHC

  1. Ping-balik: Yamaha YZF R15 DOHC?? Ini Konfirmasi Dari Mr.Y | Lamik Gemini Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s