Lima Syarat Agar Kredit Motor Disetujui

image

Assalamualaikum.. Salam Sejahtera..

Tidak semua konsumen yang mendapatkan sepeda motornya dengan cara pembelian tunai. Banyak juga konsumen mendapatkan sepeda motornya dengan menggunakan perusahaan pembiayaan (leasing). Atau yang lebih akrab dengan sebutan kredit.

Artikel ini adalah pengalaman pribadi Lamik sewaktu bekerja sebagai Credit Marketing Officer (CMO) di sebuah perusahaan pembiayaan sepeda motor atau yang lebih dikenal dengan surveyor.
Ada lima hal yang harus di analisa surveyor di lapangan dari calon konsumen, apakah calon konsumen tersebut layak atau tidak untuk disetujui permohonan pembiayaannya. Yang lebih dikenal sebagai Prinsip 5’C. Prinsip 5’C saya coba tuliskan sebagai berikut ;

1. Charakter / Karakter
Untuk menganalisa karakter yang baik dari calon debitur. Pertama, surveyor menganalisa dari cara berbicara dan berkomunikasi. Tentunya, faktor pendidikan, pergaulan serta keluarga yang baik akan membentuk gaya bicara yang mampu berkomunikasi dengan baik serta kooperatif disaat survey. Seorang surveyor itu harus pintar memancing “sedikit” emosi calon debitur untuk mengetahui apakah calon debitur adalah seseorang yang temperamental. Tentunya karakter yang buruk akan menyusahkan saat ditagih apabila konsumen terlambat melakukan pembayaran angsurannya.
Dan jangan lupa, seorang surveyor harus bisa menganalisa apakah karakter calon debitur adalah karakter yang bertanggung jawab. Disini akan berhubungan dengan tanggung jawabnya melunasi hutangnya. Contohnya, sambil berbicara santai seorang surveyor bertanya kepada calon debitur. “seberapa sering atau intensitas konsumen terlambat kerja/sekolah?”. Ini hanya salah satu contoh  dari banyaknya pertanyaan jebakan seorang surveyor.
Karna pekerjaan atau sekolah juga termasuk tanggung jawab. πŸ˜€

2. Capacity / Kapasitas
Capacity / kapasitas atau yang disebut juga sebagai capability. Disini surveyor menganalisa kemampuan calon debitur untuk membayar kreditnya. Yang pertama dilihat adalah antara besarnya jumlah pendapatan / gaji dengan jumlah angsuran. Besarnya jumlah angsuran maksimal adalah sepertiga ( 1/3 ) dari jumlah pendapatan / gaji perbulan. Contoh, dengan gaji 3 juta rupiah / bulan. Maka, angsuran maksimal yang disarankan tidak lebih besar dari 1 juta rupiah. Dengan pertimbangan, sisa 2/3 dari gaji calon debitur, bisa digunakan calon debitur untuk keperluan bulanan lainnya.
Yang kedua, surveyor melihat gaya hidup dan jumlah beban biaya tanggungan lainnya. Seperti, menanyakan hobi dari calon debitur akan membuat surveyor mampu menganalisa habitat dan gaya hidupnya. Contoh lainnya menanyakan apakah calon debitur masih ada kreditan motor atau perabot rumah tangga yang belum lunas.
Kalau seorang lajang yang kredit motor keren tapi, safety gear dan pakaiannya amburadul.
Bisa kita analisa orang tersebut memaksakan diri dengan jumlah angsuran yang lebih besar dari 1/3 gajinya. :mrgreen:

3. Capital / Kapital
Kapital cenderung melihat kondisi kekayaan yang dimiliki calon debitur. Bukan bearti surveyornya cowok matre’ ya.. :mrgreen:
Prinsip ini sebenarnya untuk mengukur sudah sejauh mana barang yang dibelanjakan calon debitur dari hasil pendapatan / gajinya selama ini.
Dengan kata lain, menganalisa tingkat keberhasilan / kesuksesan yang telah diraih calon debitur. Contohnya menganalisa dengan melihat kondisi rumah serta isi perabotannya, melihat jumlah / type kendaraannya, melihat pakaian atau bila perlu perhiasan yang digunakan calon debitur.
Tapi, tidak perlu melihat calon debitur adalah seorang Fans Boy Yamaha, Honda, Kawasaki atau Suzuki. πŸ˜†

4. Condition / Kondisi
Kondisi yang dimaksudkan disini adalah menganalisa prospek jangka panjang kondisi ekonomi calon debitur dari awal kredit sampai lunas.
Bila calon debitur adalah pegawai / pekerja, surveyor bisa menganalisa dengan melihat kontrak kerja. Sisa kontrak kerja yang habis sebelum kredit lunas tentunya lebih beresiko daripada calon konsumen yang dikontrak kerja permanen.
Atau bila calon konsumen adalah wirasawasta, surveyor menganalisa prospek jangka panjang usaha calon debitur.
Misalkan, prospek pedagang mainan akan lebih stabil dibandingkan dengan pengusaha tambang pasir ilegal. Walaupun ada kalanya pendapatan penjual mainan tidak lebih besar daripada penambang pasir ilegal tapi, penambang pasir ilegal lebih besar resiko ditutup, bangkrut bahkan berurusan dengan pihak berwajib dan hukum.

5. Collateral / Kolateral
Kolateral atau jaminan. Untuk prinsip ini, surveyor lebih cenderung menjelaskan kepada calon konsumen.
Kalau untuk kredit sepeda motor sudah jelas adalah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang disimpan sebagai jaminan dan diserahkan pihak leasing kepada debitur saat selesai kontrak perjanjian antara pihak leasing dan debitur.
Selesainya perjanjian tersebut apabila, debitur telah melunasi segala tanggungannya.
Lalu, apakah tidak perlu dianalisa? jawabnya, tetap dianalisa.
Disini bisa menganalisa calon debitur yang pernah atau belum pernah kredit sepeda motor.
Bahkan, bisa menganalisa calon debitur yang masih mempunyai kewajiban kredit motor di leasing lain.
Contohnya, dari awal kita survey bila kita melihat ada sepeda motor lainnya dirumah calon debitur. Bisa kita analisa bulan dan tahun kendaraan tersebut keluar. Bila umur kendaraan tersebut belum berumur dua tahun. Boleh kita menanyakan apakah kendaraan tersebut sudah lunas atau belum kreditnya. Kalau dijawab sudah lunas tapi, banyak bertanya dan kebingungan soal tata cara pengambilan BPKB saat pelunasan. Indikasinya calon konsumen berbohong. Belum pernah melakukan pembelian sepeda motor secara kredit.
Analisanya, sepeda motor dirumahnya tersebut belum lunas.
Memangnya kenapa kalau belum lunas? Tentunya akan menambah beban ekonominya kalau pendapatan suami yang pas-pasan. Istri yang tidak bekerja. Anak yang masih sekolah. Besar resiko motor dikembalikan ke pihak leasing. πŸ˜₯

Itulah lima hal yang harus di analisa seorang surveyor.
Jangan dijadikan pegangan bahwa, semua leasing menerapkan hal yang sama dengan artikel saya.
Mungkin bagi sobat atau pembaca semua yang sudah pernah melakukan kredit sepeda motor pasti paham aturan tersebut.
Namun, bagi yang belum pernah dan ada keinginan untuk memiliki kendaraan idamannya secara kredit. Silahkan persiapkan lima hal kriteria diatas. Bila belum siap atau belum layak untuk dibiayai pihak leasing, jangan memaksakan diri dan jangan terkejut apabila merasakan dua kali tim survey datang kerumah. Bahkan, bisa lebih banyak surveyor berbeda dan dari leasing yang berbeda pula.
Karena permohonan kreditnya ditolak dari tim surveyor yang pertama kali datang kerumah πŸ˜†
Lalu datang lagi surveyor berbeda dari leasing lain. Bila surveyor kedua dari leasing lain kembali menolak, akan datang lagi surveyor ketiga dari leasing yang kembali berbeda :mrgreen:
Bila itu terjadi kepada sobat.
Jangan tersinggung apalagi marah. Coba sobat bawa fotokopi KTP, KK / buku nikah, slip gaji / bukti usaha, bukti pembayaran air / listrik. Lalu, sobat berikan kepada tetangga sebagai jaminan sobat meminjam uang belasan sampai puluhan juta rupiah untuk membeli sepeda motor dan sobat berjanji mengembalikan uang tersebut secara diangsur tiap bulan. Adakah tetangga yang berani dan yakin meminjamkan uang tersebut kepada sobat? πŸ™„

Semoga berguna..

Iklan

7 thoughts on “Lima Syarat Agar Kredit Motor Disetujui

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s