Aturan Razia Kendaraan Bermotor PP No.42 Tahun 1993

image

foto gobekasi.pojoksatu.id

Assalamualaikum.. Salam Sejahtera..

Sobat semua pernah dirazia kendaraan oleh Petugas Kepolisian? Tapi, apakah sobat sudah paham aturan razia tersebut? Saya malah baru paham setelah membaca arsip ntmcpolri.info.
Yang akhirnya saya jadikan sebuah artikel sederhana.

Berikut beberapa point penting yang saya rangkul ;

● Definisi Pemeriksaan / Razia √
Aturan mengenai pemeriksaan atau yang sering disebut razia kendaraan bermotor di jalan telah diatur dalam
PP no 42 Tahun 1993” tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan.
Menurut Pasal 1 angka 2 PP 42 / 1993.
definisinya adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemeriksa terhadap pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif.
Nah lho.. bukan hanya kendaraan saja yang diperiksa, bahkan pengemudi kendaraannya juga diperiksa sob..

● Petugas Razia Dilengkapi Surat Tugas √
Menurut Pasal 2 PP 42 / 1993 menyebutkan bahwa ;
Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dapat dilakukan oleh Polisi Negara Republik Indonesia (Polri) dan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kualifikasi tertentu di bidang lalu lintas dan angkutan jalan √
Petugas yang melakukan pemeriksaan atau razia kendaraan bermotor di jalan harus dilengkapi surat penugasan yang dikeluarkan oleh Kepala KePolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Polisi Negara Republik Indonesia dan untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil surat penugasan dikeluarkan oleh Menteri √

Adapun hal-hal yang harus dimuat dalam surat perintah tersebut menurut Pasal 14 adalah sebagai berikut ;
~ Alasan dan jenis pemeriksaan.
~ Waktu pemeriksaan.
~ Tempat pemeriksaan.
~ Penanggung jawab dalam pemeriksaan.
~ Daftar petugas pemeriksa.
~ Daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.
Jadi, tidak ada alasan bagi petugas yang tidak mau menunjukkan surat tugasnya apabila ditanyakan ataupun diminta menunjukkannya..

● Petugas Wajib Menggunakan Pakaian  Seragam dan Atribut Yang jelas √
Dalam PP 42 / 1993, syarat semua petugas yang melakukan razia wajib menggunakan pakaian seragam dan atribut yang jelas.
Misalnya tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa dan perlengkapan pemeriksaan.
Bearti, jangan mau diperiksa petugas yanh tidak menggunakan seragam dan atribut yang jelas ya sob..

● Wajib Ada Tanda Razia √
Kemudian, dalam Pasal 15 ayat 1 sampai 3 disebutkan bahwa ;
– Pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor.
– Tanda yang dimaksud harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan.
– Bila pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, selain harus dilengkapi tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan, petugas juga diwajibkan untuk memasang lampu isyarat bercahaya kuning terang.
Berarti razia itu tidak tersembunyi dan tidak memberi efek kejutan yang bisa membahayakan petugas maupun pengendara.

Tetap berkendara dengan aman.
Jangan takut razia karena, itu juga demi keamanan dan kenyamanan kita.
Jangan lupa persiapkan fisik dan kendaraanmu. Juga selalu bawa surat-surat kendaraan.

Semoga berguna..

sumber ; http://ntmcpolri.info

19 thoughts on “Aturan Razia Kendaraan Bermotor PP No.42 Tahun 1993

  1. Ping-balik: Razia Tidak Resmi atau Operasi Liar Dapat Dilaporkan | Lamik Gemini Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s