Tips dan Trik Berkendara Saat Hujan

Assalamualaikum.. Salam Sejahtera..

image
foto singindo.com

Intensitas curah hujan di Kota Palembang sedang tinggi, mungkin di daerah tempat tinggal sobat juga sama.
Tentunya berkendara disaat hujan menjadi berbeda dikala kita berkendara waktu langit sedang cerah dan bersahabat.
jangan pernah melawan alam, namun disiasati” itulah prinsip yang selalu saya pegang dari dulu. 😀

Di artikel kali ini saya mencoba membagikan pengalaman tips dan trik saya disaat hujan. Selain memakai jas hujan ya sob. Mungkin lain artikel nanti kita bahas peralatan berkendara saat hujan. :mrgreen:
Mari kita bahas..

~ kurangi tekanan angin pada ban.
Mengurangi tekanan ban diyakini dapat memperlebar luas tapak ban yang menyentuh aspal. Mengurangi bukan membikin sampai kempes. 😆
Dengan begitu kita bisa mendapatkan traksi yang lebih, namun harus sobat pahami, hal ini menjadikan handling motor saat berbelok apalagi menikung menjadi lebih liar daripada saat ban dengan tekanan normal. Kurangi rpm atau kendurkan selongsong gas sebelum berbelok atau menikung.
Jangan lupa untuk kembali mengisi angin saat cuaca cerah, mungkin bisa manfaatkan isi angin gratis di SPBU terdeket.

~ jaga jarak aman.
Pada waktu hujan genangan air di jalan akan membuat ban menjadi lebih licin.
Jarak pandang menjadi lebih pendek karena tertutup air hujan.
Jaga jarak dari kendaraan di depan, karena waktu deselerasi atau pengereman akan lebih banyak memakan waktu daripada saat cuaca cerah. Menjaga jarak aman juga menghindarkan kita dari cipratan air dari ban belakang kendaraan di depan kita.

~ gunakan lampu tambahan.
Seperti yang kita ketahui, motor baru sekarang lagi tren memakai lampu Light Emiting Dioda atau yang biasa disebut LED.
Keren? iya.. tapi, saat berkendara dalam keadaan hujan di malam hari, cahaya lampu berwarna putih memang lebih optimal sebagai lampu jauh. Tapi untuk lampu dekat kinerjanya akan berkurang, cahaya lampu berwarna putih akan mudah dipantulkan kembali oleh air hujan yang menggenangi jalan.
Jadi seperti dipantulkan cermin. Sebaiknya yang memakai lampu LED, menambahkan lampu kabut atau fog lamp berwarna kuning sebagai bantuan untuk lampu dekat saat hujan.
Karena cahaya lampu berwarna kuning diyakini dapat menembus air hujan. Mirip seperti warna cahaya matahari.

~ buka sedikit visor helm.
Udara dingin yang menempel di visor helm bagian luar akan menjadi embun divisor bagian dalam, dikarenakan udara panas yang kita hembuskan.
Untuk helm half face mungkin embun yang menempel hanya di daerah dekat dengan hidung kita, namun untuk helm full face embunnya bisa menempel hingga menutupi visor di depan mata. Karena helm full face lebih tertutup dan lebih sedikit rongga yang terbuka untuk masuknya udara dingin ke bagian dalam helm.
Untuk helm full face sebaiknya membuka sedikit visornya ketika berkendara saat hujan.
Atau mencoba membikin sendiri anti-fog dengan melubangi visornya. Tapi jangan terlalu besar lubangnya kalau tidak mau mukanya jadi basah. Kurang lebih diameter 3-4 mm.

~ bila memungkinkan, ambil jalur paling pinggir kiri jalan.
Untuk yang satu ini sedikit konyol. Sepele tapi memperbesar peluang keselamatan. Bila memungkinkan, ambil jalur paling pinggir kiri jalan. Tapi jangan terlalu dipaksakan.
Kalau terlalu dipaksakan bisa keluar jalur nantinya saya yang disalahkan karena memberi saran seperti ini. 😥
Begini maksudnya, disaat hujan deras jalanan bisa menjadi sepi dan lengang.
Biasanya kendaraan roda empat memanfaatkan momen ini untuk menambah kecepatan. Inilah maksud saya berada di pinggir jalanan agar memberi ruang yang cukup dan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan menimpa kita. 😎

~ bablas bila terjebak lubang.
Seperti point yang kedua, hindari gerakan mendadak. Hujan di siang hari dan genangan air yang belum tinggi, mungkin sobat bisa melihat dari jauh. Bukan bearti sobat boleh memakai rem berlebih, tekan tuas rem dengan lembut. Manfaatkan engine brake, maksimal turunkan menjadi gigi 2, bila rpm atau putaran mesin sudah rendah, bolehlah kita paksa menurunkan hingga gigi 1. Kalau buat motor matic jangan iri ya, karena inilah kemenangan motor yang dioperasikan dengan perpindahan gigi.
Namun saat malam hari, Jangan panik, jangan mengerem mendadak apalagi mencoba membuat gerakan menghindar. Itu hanya akan membuat peluang sobat untuk jatuh menjadi lebih besar.
Bila terjebak lubang, bablas dan tetap tenang sob..
Perbanyak transfer tenaga ke lengan. Memegang kuat namun rileks. Fokus pada keseimbangan, jangan lagi pikirkan lubangnya, apalagi memikirkan Aura Kasih memakai bikini. :mrgreen:
Maka badan dan kaki sobat akan bergerak refleks sesuai kebutuhan keseimbangan motor.
Dengan begitu akan memperkecil resiko sobat jatuh dengan cedera berat, itupun kalau lubang yang dalam dan lebar. Kalau lubangnya tidak dalam dan tidak lebar, mudah-mudahan akan dengan mudah dilewati.

~ fokus dan berdo’a.
Ini tips terakhir dan terpenting. Fokus berkendara dan berdo’a.
Pikirkan keluarga menunggu dirumah. Perhatikan jalan, baca gerak dan tujuan lawan berkendara.
Semoga kita selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa. Hingga selamat sampai tujuan.

image

Mungkin sobat ada tambahan berbagi pengalaman? Monggo dipersilahkan.. 😀

Semoga bermanfaat..

lebih dekat dengan saya :
No HP : 0822 85003321
BBM    : 7CC93A8F

Iklan

25 thoughts on “Tips dan Trik Berkendara Saat Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s