Kericuhan Angkutan Online, Indikasi Keterpurukan Ekonomi?

Assalamualaikum.. Salam Sejahtera..

image

Berita yang saya kutip dari
http://m.detik.com/news/berita/3170541/dor-polisi-menembak-ke-arah-massa-go-jek-yang-hendak-cegat-massa-bajaj

Aksi demonstrasi sopir taksi dkk berangsur tertib setelah sempat ricuh di beberapa titik. Dalam upaya penertiban, masih ada saja insiden yang membuat petugas polisi bertindak tegas.
Pantauan di Jalan Sudirman, tepatnya di dekat Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (22/3/2016) sekitar pukul 12.40 WIB, tampak ada dua rombongan angkutan umum yang melintas.
Rombongan pertama adalah ratusan motor Go-Jek yang dikawal Brimob bermotor dan bersenjata mengarah ke Blok M. Rombongan kedua adalah puluhan bajaj yang menuju ke arah Monas, juga dikawal polisi bermotor.
Rombongan Go-Jek tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Ratusan driver turun dan berusaha menyeberang jalan. Massa Go-Jek ini diduga hendak mencegat rombongan bajaj. Rombongan bajaj sepertinya menyadari manuver massa Go-Jek lalu memacu kendaraannya lebih cepat.
Ratusan driver Go-Jek terus bergerak ke seberang, makin dekat ke rombongan bajaj. Dor! Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dari arah polisi yang mengawal massa Go-Jek. Terlihat seorang polisi mengacungkan pistol laras pendek ke arah massa Go-Jek. Namun tak terlihat ada yang kena tembakan.
Massa Go-Jek yang sudah dekat ke seberang jalan lalu otomatis kembali ke motor-motor yang tadi mereka tinggalkan. Perjalanan ke arah Blok M pun berlanjut. Rombongan bajaj juga melaju ke arah Monas dengan lancar

Angkutan massal yang menerapkan sistem pemesanan dengan online terbukti diterima dengan baik bagi para penggunanya.
Tak ayal kemajuan sistem angkutan online menimbulkan polemik baru, kecemburuan sosial di tengah susahnya mencari pekerjaan lain bagi driver angkutan massal konvensial akhirnya menjadi tak terbendung.
Di saat angkutan sistem online berhasil memberikan peluang mendapatkan uang bagi drivernya, driver angkutan massal konvensional mulai kurang diminati penggunanya.
Keberhasilan kemajuan teknologi yang bertujuan untuk memudahkan kita, akan menjadi polemik bagi mereka yang kurang memiliki pengetahuan di bidang tersebut.

Dibutuhkan peranan semua pihak agar warga negara Indonesia semakin maju dan memiliki pengetahuan teknologi.
Dukungan yang berwenang agar cepat tanggap memeratakan dan memudahkan seluruh angkutan massal, bila pihak swasta enggan ataupun segan membuka bisnis yang sama yang mungkin enggan berurusan dengan diplomasi negeri ini, seperti halnya pernah saya jadikan di artikel https://lamikgemini.wordpress.com/2015/12/18/drama-bisnis-ojek-online/
Kenapa tidak dicoba dengan koperasi atau unit usaha pemerintah agar semua angkutan massal memiliki sistem online dan tidak ada lagi kecemburuan antara driver.
Kami warga negara Indonesia hanya ingin mencari nafkah disaat kesusahan seperti ini.

Damailah Indonesiaku..

lebih dekat dengan saya ;
email       : restymartha27@gmail.com
line & wa : 0822 85003321
bbm         : 7CC93A8F

Iklan

21 thoughts on “Kericuhan Angkutan Online, Indikasi Keterpurukan Ekonomi?

      1. Dulu sebelum anggotanya ratusan ribu, katanya driver gojek gajinya setara “manajer” om.

        Makanya banyak pekerja kantoran yang nyambi nge Go-jek

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s