X-Max Kalahkan Sport 250, Haruskah R25 Menunggu Ninja Facelift?

Otak ini mulai berulah lagi dengan opini liar yang tidak usah sobat percaya karena, tulisan ini bukanlah bersumber dari bocoran apalagi info resmi dari Pabrikan. Hanya tulisan melantur dari Lamik Gemini, yuk pusing bersama.. hahaayy

Begini ceritanya.. pada bulan Juni 2017 jumlah distribusi Yamaha X-Max 250 mengalahkan jumlah Sport Fairing dari Pabrikan Kawasaki, Honda bahkan Yamaha sendiri yaitu, YZF R25. Berikut data distribusi AISI Juni 2017 ;

  • Yamaha XMax 250 : 939 unit.
  • Kawasaki Ninja 250 Fi : 602 unit.
  • Honda CBR250RR : 409 unit.
  • Yamaha YZF R25 : 124 unit.

Apakah akan terjadi pergeseran minat konsumen kelas ekonomi menengah keatas, dari Sport Fairing scooter matic premium seperti halnya yang sudah terjadi di kelas 150cc? Menurut Lamik kemungkinannya sangat besar terjadi namun, tidak bisa dipercaya akurat karena ini masih awal untuk X-Max 250 yang masih baru terjun di pasar. Perlu pembuktian mungkin 6 bulan awal penjualan. Lalu apa sih yang membuat X-Max 250 lebih disukai daripada sport fairing 250?

  1. Apakah karena konsumen mulai bosan dengan mesin dual-cylinder?.
  2. Mungkinkah yang membeli X-Max 250 sudah/pernah memiliki sport fairing 250cc?.
  3. Ataukah yang meminang X-Max 250 memang lebih memilih Scooter Matic Gambot premium daripada sport fairing 250cc?

Menurut Lamik, entahlah kalau menurut sobat.. hehee.. semuanya masuk akal sihh.. tapi kalau alasan pertama yang dipakai, sensitif banget yaa.. Apa mungkin mesin dual-cylinder 250cc sudah terlalu mainstream bagi konsumen? Karena bukan hanya Pabrikan, Eropa bahkan India juga mulai ikutan bersaing dengan memakai engine dual-cylinder.

Kawasaki Ninja 250 sebagai suksesor, pabrikan Jepang yang pertama memulai dan terus menikmati kesuksesannya bolehlah kita simpulkan tetap sebagai pemimpin di kelas 250cc. Sempat dicoba Yamaha dan Honda untuk melawan, namun tahta Kawasaki sepertinya tetap kuat. Nama Ninja sudah terlanjur melekat sebagai brand motor mahal, apalagi setelah mereka stop produksi motor bebek dan hanya menjual motor di rentan harga 30 juta keatas. Ckckck jual mahal amat yaa.. Bodoh amaaattt dehh.. hahaayy

Yamaha R25 yang lebih murah tetap belum bisa menumbangkan Ninja 250, sempat digempur Honda CBR250RR dengan fitur dan harga yang lebih. Namun, Ninja 250 tetap terlihat sebagai brand motor mahal dan motornya orang yang punya duit. Standing applause buat Kawasaki, jangan lupa undangannya buat blogger Batam.. kan sudah dipuji.. wakakakak..

Lanjut yaa.. Walaupun masih susah dilawan, apakah Kawasaki tidak gerah dengan ancaman Honda CBR250RR sehingga belum mau facelift? Sudah banyak berita yang katanya sebagai bocoran bahwa Ninja 250 sudah siap untuk bersolek agar tidak kelihatan ketinggalan jaman oleh CBR250RR, Yamaha sepertinya masih adem ayem.. Teruskan Yamaha.. berarti sudah berada dijalan yang benar..!! Lamik kok lebay yaa jadinya..?? lanjut aja yookkk

Menurut Lamik, Yamaha tidak usah pusingkan dulu CBR250RR dengan riasan dan make-up nya. Yupp pemimpin yang harus diincar dikelas sport 250cc ini tetap Ninja 250, so..tahan dan sabar aja dulu.. lihat bagaimana tampilan Ninja 250 yang berikutnya, bdaaimana kalau Next Ninja 250 tidak lagi memakai mesin dual-cylinder? Jadi 3 atau 4 cylinders? Dan itulah patokan untuk Next R25. Minimal sama atau bila perlu melebihi fitur, teknologi dan harga dari Ninja 250. Ini kelas ekonomi menengah, harga yang lebih murah belum tentu efektif digunakan.

Untuk sekarang lebih baik wait & see, sambil menikmati manisnya kelas scooter matic premium 250cc. Kapan ya bisa test X-Max 250? Kapan-kapan aja boleh.. hahaaayyy
See you 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s